Rokok Ilegal Banyak Beredar di Banten, Negara Dirugikan Milyaran Rupiah

Rokok Ilegal
Tangsel – Rokok ilegal marak beredar di wilayah hukum Provinsi Banten, Bea Cukai Kanwil Banten alias Kaban masih dianggap masih kurang greget dan tebang pilih dalam penindakan maraknya beredar rokok illegal tersebut.

Salah seorang warga Tangerang Selatan, Rusli mengatakan bahwa rokok illegal banyak beredar, seakan Pemerintah yakni Bea Cukai dan aparat terkait tebang pilih.

“Jika dibiarkan negara tentu sangat dirugikan dan agen resmi dan penjual-penjual rokok yang legal akan berkurang omzetnya karena banyaknya beredar rokok illegal,”ungkapnya Senin (2/11/2020).

Menurutnya walaupun pernah ada penindakan akan tetapi pengusahanya belum ada yang ditindak hanya sebatas supir truknya saja.

“Pengusahannya ditindak karena sudah merugikan negara dengan tidak membayar cukai ke negara, berapa milyar negara dirugikan?, Tangkap pengusahanya jangan hanya sopir truknya sopir truk hanya mengambil upah angkutnya saja,”ungkapnya.
Selain itu adanya rokok illegal tanpa cukai ini juga membuat anak-anak mudah mendapatkan rokok. Tentu ini sangat mengkawatirkan orang tua.

“Dengan dijual nya rokok illegal isi 20 batang seharga 5000 per bungkus akan lebih banyak lagi juga anak di bawah umur yang akan sanggup dengan murah membeli rokok sekarang ini,” tutupnya.

Sebelumnya Bea Cukai Kanwil Banten alias Kaban, berhasil mengamankan lagi total 1.730.000 batang rokok ilegal berbagai merk saat menggelar Operasi Gempur Rokok Ilegal.

Operasi ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Penindakan I, Hadi Prayitno. Melalui Kepala Kantor Wilayah DJBC Banten, Aflah Farobi mengatakan bahwa dalam Operasi yang dilakukan di dua Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang tersebut, pihaknya mengamankan sebanyak 1,7 juta lebih batang rokok ilegal.

“Dari operasi tersebut, secara keseluruhan, nilai barang yang ditindak sekitar Rp 1.7 milyar dengan kerugian negara yang timbul kurang lebih sebesar Rp. 818,6 juta,” ungkap Aflah, di Kota Tangerang Selatan, Banten, Rabu (23/9).

Dari penindakan tersebut diamankan sebanyak 746 ribu batang rokok illegal tanpa pita cukai dengan berbagai merk seperti VELOZ BOLD, REVIL, MAXI BLACK, dan SAKURA. Petugas Bea Cukai juga mengamankan supir truck Sdr. SOL dan PW.

Dua hari berikutnya, Rabu (23/9), Tim P2 Kaban mendapatkan informasi sejenis terkait adanya truk asal Malang menuju Kuala Tungkal (Jambi), dengan tujuan akhir Pulau Batam yang membawa rokok ilegal.

Tepat di Rest Area KM 42,5 di Tol Jakarta- Merak, Balaraja, Tangerang petugas menemukan sebuah Truk Mitsubishi Colt Diesel yang kedapatan mengangkut rokok illegal berjumlah 984.000 batang rokok yang tidak dilekati pita cukai.berbagai merk seperti EXTRA BOLD, EXTRA BLACK, dan EXTREM yang merupakan hasil tembakau jenis sigaret kretek mesin (SKM). Sementara supir truk, sdr.ID dimintai keterangan untuk pengembangan kasus.

Pelaku peredaran rokok ilegal dapat dijerat dengan Pasal 54 dan/atau 56 Undang- Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit.

2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil Bea Cukai Banten, Zaky Firmansyah menyatakan sejumlah penindakan pengangkutan rokok illegal yang gencar dilakukan akan terus ditingkatkan.

Ini merupakan wujud keseriusan komitmen kami dalam memberantas peredaran rokok yang tidak sesuai ketentuan ini. Untuk pengembangan kasus ini Kanwil Bea Cukai Banten akan bekerja sama dengan Kantor Bea Cukai di Jawa Timur.

Artikulli paraprakPendataan Penduduk di Tangsel Sudah Beredar, Untuk Vaksinasi Covid-19 Awal 2021
Artikulli tjetërBPBD Provinsi Banten minta nelayan Lebak waspada potensi gelombang tinggi