Buruh Tangerang Tidak Masalah UMP Tidak Naik, Yang Penting UMK Naik 8,51 Persen

Buruh Tangerang UMK 8,51 Persen
Tangerang – Rencana pembahasan terkait UMK di Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang dilakukan hari ini, Kamis (5/11/2020).

Sementara keputusan Pemerintah Provinasi Banten tahun 2021 tidak menaikkan Upah Minimun Provinsi (UMP).

Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Banten, Dedi Sudrajat mengatakan tidak dinaikkannya UMP ternyata tidak masalah bagi buruh.

Mereka menilai hal tersebut tidak ada pengaruhnya dengan keputusan di wilayah Kota atau Kabupaten di Banten.

“Kalau UMP itu artinya upah yang harus dibayar sesuai dengan UMP Banten 2,4 juta itu minimalnya. Kalau di Kota Tangerang ini kan UMK sudah 4,2 juta,” ujar Dedi seperti dikutip Suara.com, Rabu, (4/11/2020).

Kendati demikian, pihaknya tetap akan berupaya untuk meminta kenaikan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) di wilayah Banten. Dari hasil kesepakatan, buruh menuntut kenaikan UMK sebesar 8,51 persen untuk 2021.

“Kita tetap berupaya Bahwa Upah Minimim Kota tetap dinaikan jadi kita minta kita sudah hitung kenaikannya itu 8,51 persen sama dengan tahun lalu,” bebernya.

Menurut Dedi yang juga anggota dewan pengupahan Provinsi Banten, bila Pemerintah tak menaikkan upah dengan alasan Pandemi Covid-19, itu tidak masuk akal. Alasannya, tidak semua perusahaan yang terdampak pandemi Covid-19.

“Ya diperhatikan itu yang terkena covid padahal tidak semua perusahaan tidak terdampak,” ungkapnya.

Artikel SebelumnyaKecamatan Jawilan Jadi Lokasi Simulasi Pilkada Kabupaten Serang
Artikel Berikutnya4 Keutamaan Shalat Subuh dan Isya Berjamaah di Masjid