Tiba di Indonesia, Buronan Hendra Bakal Dihadang Pidana Keimigrasian

Tiba di Indonesia, Buronan Hendra Bakal Dihadang Pidana Keimigrasian
Buronan Hendra Subrata alias Endang Rifai alias Jong Khim Tjiang
JAKARTA, banten.indeksnews.com- Tiba di Indonesia Buronan Hendra Subrata alias Endang Rifai alias Jong Khim Tjiang, akhirnya tiba di Kejaksaan Agung, pukul 20. 51 WIB, setelah dideportasi dari Singapura, pukul 18. 45 Sin (17. 45 WIB) dengan Garuda Airways.

Kasus Pidana Keimigrasian bakal menjerat Endang Rifai saat tiba di indonesia terkait memberikan informasi dan data tidak benar saat pengajuan permohonan paspor.

Pria tua itu tiba di indonesia melalui Bandara Soekarno Hatta (Soeta), pukul 20. 00 WIN dipapah dengan kursi roda. Entah, sakit yang dideritanya atau karena sudah berumur atau modus lain?

Perjalanan panjang buronan berusia 81 tahun, sejak Oktober 2010 berakhir di Hotel Prodeo alias Penjara. Sekaligus mengisi waktu di masa uzurnya.

Sesuai Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat, No. : 2742/Pid.B/2008/ PN.Jkt.Brt tanggal 26 Mei 2009 Hendra divonis 4 tahun penjara yang dikuatkan oleh pengadilan Tinggi Jakarta dan Mahkamah Agung, Oktober 2010

Terpidana dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan percobaan pembunuhan terhadap korban Herwanto Wibowo, seperti diatur dalam Pasal 338 KUHP Jo Pasal 53 ayat (1) KUHP.

Endang yang dilahirkan dengan nama Jong Khim Tjiang lalu berganti Hendra Subrata sesuai Surat Pernyataan Ganti Nama, 1 Juli 1968 tiba di Kejaksaan Agung dalam keadaan memprihatinkan.

Terpidana dinyatakan buron, 28 September 2011, setelah Polda Metro Jaya menerbitkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO) dari Kejaksaan Negeri Jakarta Barat selaku Eksekutor.

Hendra terdeteksi sesaat mengajukan permohonan Paspor di Kantor Kedubes RI di Singapura, 18 Februari 2021 atas nama Endang Rifai.

Bekerjasama dengan Otoritas Imigrasi Singapura serta bantuan Kedubes RI, di Singapura, terpidana dapat dideportasi ke Indonesia.

PIDANA BARU

Selain harus meringkuk di penjara selama 4 tahun, Hendra terancam akan dipidana keimigrasian terkait memberikan keterangan tidak benar saat mengajukan permohonan Paspor.

Pemilik nama Hendra Subrata mengajukan permohonan pembuatan Paspor di Kantor Kedubes Ri, di Singapura atas nama Endang Rifai.

Atas perbuatan tersebut, menurut Kabag Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Arya Pradhana Anggakara, dalam keterangan, Sabtu (26/6/) malam Hendra dapat digolongkan melanggar Pasal 126 huruf c UU Keimigrasian No: 6/2011.

Ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara dan denda paling banyak sebesar Rp500 juta.

TAHANAN KOTA

Dalam keterangan pers Kapuspenkum Leonard EE. Simanjuntak, di Kejaksaan Agung, Sabtu (26/5) malam terungkap sebelum diputus bersalah oleh PN. Jakarta Barat, 26 September 2008, Majelis Hakim telah merubah status tahanan Rutan menjadi tahanan Kota.

Sampai putusan Kasasi Mahkamah Agung, 8 Oktober 2010 yang menguatkan putusan sebelumnya dan berkekuatan hukum tetap, terpidana tidak dapat dieksekusi.

“Sebelum putusan MA No. : 1209 K/Pid /2010 tanggal 8 Oktober 2010, Hendra sudah tidak ada lagi ditempat tinggalnya, maka Terpidana tidak dapat dilakukan eksekusi hukuman badannya. ”

Hebatnya, Hendra dalam status Buron masih mengajukan Peninjauan Kembali (PK) sampai dua kali dan ditolak. Pertama, 5 Desember 2012 dan kedua, 3 Februari 2015. PK yang kedua diajukan oleh Istri Hendra.

Kasus ini mengingatkan Sujiono Timan (Mantan Dirut PT. BPUI) dalam kasus BPUI. Bedanya, PK Sujiono dikabulkan MA, meski dalam status buron.

Artikel SebelumnyaTiga Ratus Upaya Penyelundupan Narkoba Kedalam Lapas di Gagalkan Petugas Permasyarakatan
Artikel BerikutnyaSopir Pajero yang Pukuli Sopir Kontainer dan Melakukan Pengrusakan Kaca Dijerat Pasal Berlapis