Warga Suralaya, Cilegon Temukan Bunga Bangkai Berjenis Amorphophallus Paeoniifolius

Warga Suralaya, Cilegon Temukan Bunga Bangkai Berjenis Amorphophallus Paeoniifolius
Cilegon – Seorang warga di Lingkungan Pancuran RT 03/RW 03, Kelurahan Suralaya, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, menemukan bunga bangkai jenis Amorphophallus Paeoniifolius pada Minggu (8/11/2020) kemarin.

Warga yang bernama Syuhada (45) menemukan bunga langka tersebut pada saat menggembalakan kambing, Ia lalu di kagetkan dengan bau bunga yang menyengat, lalu dipetik dan dibawa pulang.

“Waktu nemu bunga itu saya lagi menggembala kambing kemarin, baunya menyengat, karena saking penasaran bunga itu saya petik dan saya bawa ke pemukiman,” Kata Syuhada menceritakan kisah ditemukannya bunga tersebut, Senin (9/11/2020).

Ketika sampai di pemukiman bunga tersebut diletakkan pada gubuk tempat peristirahatan. Namun, kata Dia, tak lama datang warga dan memotonya hingga viral di media sosial (medsos).

Sementara itu, Lurah Suralaya, Eman Sulaeman membenarkan adanya penemuan bunga langka di lingkungannya. Diketahui, kata Dia, bunga bangkai tersebut berjenis Amorphorpallus Titanium.

“Kalau dari bentuknya bunga itu jenis bunga bangkai Amorphorpallus Titanium,” ungkapnya.

Ia juga berharap, kepada warga untuk menjaga dan merawatnya. Sehingga, kata Dia, bunga jenis itu bisa lestari di Suralaya.

Petugas BKSDA Jabar Seksi Konservasi Wilayah I Serang Anto mengatakan, bunga itu bernama Bunga Bangkai Suweg (Amorphophallus Paeoniifolius). Bunga jenis ini juga belum termasuk flora yang keberadaannya mulai langka.

“Bunga bangkai suweg namanya, kalau yang ini sekarang udah tidak masuk daftar dilindungi. Kecuali yang raksasa dan yang jangkung,” kata Anto.

Dijelaskan Anto, akhir-akhir ini bunga tersebut sering tumbuh atau mekar di lingkungan masyarakat serta di perkebunan warga. Kendati demikian, bunga dengan bentuk yang khas tersebut juga bukan bunga yang bertahan hidup lama.

“Kalau jenis suweg akhir-akhir ini sering muncul atau tumbuh di lingkungan masyarakat atau di perkebunan warga. Paling lama lima hari,” jelasnya.

Untuk diketahui, bunga dari Ordo Alismatales itu merupakan bagian dari keluarga umbi-umbian dengan siklus hidup vegetatif dan generatif. Bunga ini juga kerap tumbuh saat memasuki ataupun musim penghujan.

Artikulli paraprakJelang Kedatangan Habib Rizieq Shihab, Pengamanan di Bandara Soetta Diperketat
Artikulli tjetërWarga Miskin Masuk Sekolah Swasta, Helldy Agustian Programkan 5 Ribu Beasiswa Full Sampai Sarjana